“ Selamat Tahun Baru Yah “
Ungkapan ini, dan segala perbincangan seputar akhir tahun mulai ramai terdengar sejak beberapa hari menjalang pergantian tahun 2025. hingga beberapa hari setelahnya. baik ucapan langsung maupun pesan via group - group WhatsApp. Adakah yang merasakan hal yang sama ?
Bahkan kota kami di Mamuju mulai hening, jalan raya tidak seramai dulu. Kerena mayoritas masyarakatnya adalah pendatang. Maka Pulang kampung sudah menjadi tradisi sebagian masyarakat memanfaatkan liburan dan berakhir tahun bersama keluarga. Malam pergantian akhir tahun, kerapkali ditandai dengan berbagai aktifitas bernuansa santai dan hiburan. Tersisa beberapa hari lagi, namun sudah mulai tergambar bagaimana rencana eforia kegembiraan mereka pada puncak malam pergantian tahun baru 2026.
Menutup Tahun dengan Pelan, Membuka Diri dengan Harapan
Sahabat ….
Mungkin tidak terasa, satu tahun ini sudah hampir selesai. Di rumah sudah ada kelender baru ? demikianlah setiap tahunnya, hal pertama yang terganti adalah kalender. Namun cerita yang kita jalani sepanjang tahun ini tentu masih terasa dekat. Ada hari-hari yang berjalan cepat, ada juga hari yang rasanya ingin segera dilewati. Semua bercampur jadi satu, membentuk perjalanan yang unik - dan sangat manusiawi.
Tahun ini mungkin tidak selalu ramah. Ada rencana yang gagal, harapan yang tertunda, dan kenyataan yang tidak selalu sesuai dengan keinginan. Kita belajar bahwa tidak semua hal bisa dikendalikan, dan tidak apa-apa jika sesekali merasa lelah. Kadang, bertahan saja sudah menjadi bentuk keberanian yang luar biasa.
Namun di balik semua itu, selalu ada hal kecil yang patut disyukuri. Prestasi dan pencapaian patut dihargai, Bagi yang berprofesi guru misalnya, betapa banyak yang tahun ini lulus PPG, padahal sebelumnya lelah dalam penantian yang tidak jelas. Demikian halnya pada setiap jenjang karir. Ada saja prestasi dan pencapaian yang patut disyukuri.
Refleksi akhir tahun bukan tentang menghakimi diri sendiri. Ini bukan soal daftar panjang pencapaian atau membandingkan diri dengan orang lain. Tetapi tentang berhenti sejenak dan bertanya Apa yang telah kita perbuat selama 360 hari ini.? Adakah persiapan untuk hari esok ? dan 1001 pertanyaan lainnya yang patut untuk kita hadirkan sebagai bentuk evaluasi diri. Inilah yang jauh lebih terpenting dari segala kegiatan eforia malam tahun baru nanti. Pergantian waktu demi waktu adalah lumrah dalam kehidupan. Pagi berganti petang, pekan berganti bulan, hingga tahun digeser oleh tahun baru, segalanya manusiawi dan pasti kita jalani. Olehnya itu apa yang terpenting kita lakukan ?
Mengukur Kelalalian dan Menyongsong Pencapaian
Ada kalanya kita merasa belum cukup, Belum berhasil, belum cukup berani, belum bahagia. Tapi jika dipikirkan kembali, kita sudah sampai sejauh ini melewati hari-hari yang dulu terasa berat. Itu sendiri adalah pencapaian yang sering kita lupakan.
Khalifah Umar Bin Khattab pernah berpesan : “ Hitung - hitunglah diri kalian sebelum tiba pada hari dimana kalian akan dihitung “. Ini adalah pesan refleksi, untuk kita lebih pandai menghitung hari - hari yang telah terlewati, tidak hanya sekedar pandai menghitung dan mahir dalam strategi bisnis, namun gagal menghitung persiapan untuk hari esok.
Akhir tahun adalah pengingat bahwa hidup terus bergerak. Kita boleh membawa pelajaran dari masa lalu, tetapi tidak perlu memikul semua bebannya ke depan. Mari tutup tahun ini dengan rasa terima kasih, syukur, dan tekad untuk lebih baik.
Semoga goresan singkat ini bermanfaat, bernilai doa dan harapan yang mustajab, karena diselesaikan dalam kondisi hujan mengguyur kota kami. Tentunya untuk diri sendiri, keluarga dan masyarakat secara umum.
Barakallahu fikum
Mamuju, 27 Desember 2025