“ Mohon maaf pak, ananda rencana pindah sekolah, Dia telah salah bergaul selama ini “
Ungkap salah seorang orang tua murid saat berdialog dengan wali kelas anaknya yang jarang masuk sekolah.
Demikianlah fenomena yang biasa dirasakan oleh guru dan oarng tua dalam menghadapi anaknya di Era sekarang. Jarang masuk sekolah tanpa keterangan, bolos jam pelajaran, atau bahkan merokok di Wc sekolah, dan berbagai kejadian lainya. Menunjukkan bahwah betapa generasi sekarang membutuhkan perhatian serius dalam menentukan lingkungan pergaulannya.
Ayah Hebat….
Karakter anak merupakan pondasi penting dalam menentukan arah kehidupan mereka di masa depan. Karakter yang baik tidak hanya mendukung kesuksesan akademik, tetapi juga membentuk pribadi yang bertanggung jawab, jujur, dan peduli terhadap sesama. Salah satu faktor utama yang memengaruhi pembentukan karakter anak adalah lingkungan. baik lingkungan keluarga, sekolah, maupun masyarakat. Pada tulisan singkat ini akan kita urai satu persatu.
Keluarga adalah lingkungan pertama yang dikenali anak sejak lahir. Sikap, kebiasaan, dan nilai-nilai yang diajarkan orang tua menjadi cermin bagi perilaku anak. Anak yang tumbuh dalam keluarga yang penuh kasih sayang, disiplin, dan komunikasi terbuka cenderung memiliki karakter yang lebih stabil dan positif.
Contohnya, orang tua yang membiasakan anak untuk berkata jujur dan bertanggung jawab atas perbuatannya akan menanamkan nilai integritas sejak dini. Sebaliknya, lingkungan keluarga yang penuh konflik atau minim perhatian dapat memicu pembentukan karakter negatif, seperti rendah diri, agresif, atau kurang empati.
Sekolah bukan hanya tempat belajar secara akademis, tetapi juga lingkungan sosial tempat anak belajar berinteraksi dengan teman sebaya dan guru. Melalui kegiatan belajar mengajar, kerja kelompok, serta kegiatan ekstrakurikuler, anak belajar tentang kerja sama, toleransi, kejujuran, dan kedisiplinan.
Guru berperan sebagai panutan kedua setelah orang tua. Sikap dan cara guru memperlakukan siswa akan memengaruhi cara anak bersikap terhadap orang lain. Oleh karena itu, sekolah yang menerapkan pendidikan karakter secara konsisten akan sangat membantu dalam membentuk pribadi anak yang beretika dan bermoral baik.
Di Era digital saat ini, lingkungan sosial tidak hanya terbatas pada interaksi langsung, tetapi juga mencakup media sosial dan teknologi. Teman sebaya, tokoh publik, hingga konten digital memiliki peran besar dalam membentuk cara berpikir dan bertindak anak.
Anak yang berada di lingkungan sosial yang positif, seperti komunitas dengan nilai-nilai gotong royong atau kegiatan sosial, akan belajar tentang empati dan kepedulian. Namun, jika terpapar konten negatif atau pergaulan yang buruk, anak dapat meniru perilaku yang merugikan diri sendiri maupun orang lain.
Kesimpulan
Semoga anak - anak kita senantiasa terjaga pada lingkungan yang baik. Hingga akhirnya dapat menjadi generasi yang sukses, bermanfaat buat agama dan bangsa.
Mamuju, 06 september 2025
* Penulis adalah kertua Yayasan Pesantren Wahdah Islamiyah Mamuju, Praktisi pendidikan, Sekaligus Konsultan keluarga.